Rabu, 01 Juni 2011

PANITIA PENERIMAAN SISWA BARU MTs. ASSYAFI’IYAH NW PENGSAK TAHUN 2011/2012

MUQODIMAH
Setelah gerakan Wajar Dikdas sembilan tahun digulirkan sebagai kebijakan pokok Pemerintah, sebagaimana tertuang dalam Undang-undang Nomor 2 tahun 1989, tentang Sistem Pendidikan Nasional. Keputusan mendiknas Nomor 060/U/1993 tentang Pendidikan Dasar, dan Keputusan Menteri Agama Nomor 369 tahun 1993 tentang kurikulum Madrasah Tsanawiyah.
Dalam rangka menyikapi dan memenuhi tuntutan kebutuhan pendidikan, khususnya pendidikan berciri khas Islam. PONPES ASSYAFI’IYAH NW PENANGSAK, dari tahun 2002 telah memenuhi harapan masyarakat, dengan membuka pendidikan jenjang Madrasah Tsanawiyah.
MTs. ASSYAFI’IYAH NW PENGSAK, sebagai satu lembaga pendidikan formal berciri khas keislaman, memadukan kurikulum pendidikan umum dengan pendidikan keagamaan, disertai muatan lokal sebagai pembeda. Dalam proses penyelenggaraannya tetaplah mengacu kepada kurikulum standar nasional.

Senin, 17 Januari 2011

KEADAAN PENDIDIKAN DI DESA SENGKERANG

Pada dasarnya masyarakat didesa sengkerang hanya memiliki pendidikan terakhirnya, hanya samapi sekolah dasar dan sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas hanya sebagian yang mengakhir pendidikanya sampi S1 atau menadapatkan gelar sejana muda, namun dengan perkembangan zaman sumber daya manusai di desa sengkerang ini mengikuti jalur tertentu dan membuka beberapa sekolah atau lembaga yang terdapat di desa sengkerang.1. Dusun Sengkerang
Di dusun sengkerang selatan pemerintah setempat membuka sekolah dasar yaitu SDN 1 Sengkerang guna untuk memajukan perkembangan masyarakat yang ada didusun sengkerang selatan, khususnya di desa sengkerang tak lama kemudian permerintah sentemapat berkerja sama dengan pemeritah pusat untuk membangun sekolah menengah pertama yakni SMPN 2 praya timur, selai dengan dibangunnya SMPN 2 Praya Timur,

Rabu, 01 September 2010

FADILAH DAN KELEBIHAN SHOLAT TARAWEH OLEH PENGURUS PESANTREN ASSYAFI'IYAH NW PENANGSAK


FADHILAT DAN KELEBIHAN SHOLAT TARAWIH

Sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a. meriwayatkan sebuah hadist Rasulullah saw sebagai jawaban dari pertanyaan sahabat-sahabat Nabi saw tentang kelebihan sembahyang sunat tarawih pada bulan Ramadhan.

Malam ke-1:
Diampuni dosa-dosa orang yang beriman sebagaimana baru dilahirkan.

Malam ke-2:
Diampunkan dosa orang-orang yang beriman yang mengerjakan sholat Tarawih, serta dosa-dosa kedua orang tuanya.

Malam ke-3:
Para malaikat di bawah 'Arasy menyeru kepada manusia yang mengerjakan sholat tarawih itu agar meneruskan sholatnya pada malam-malam yang lain, semoga Allah mengampunkan dosa-dosa mereka.

Malam ke-4:
Memperoleh pahala sebagaimana pahala orang-orang yang membaca kitab-kitab Taurat, Zabur, Injil dan Al-Qur'an.

Malam ke-5:
Allah SWT akan mengkaruniakan pahala seumpama pahala orang-orang yang mengerjakan sembahyang di Masjidil Haram, Masjidil Madinah dan Masjidil Aqsa.

Malam ke-6:
Allah SWT akan mengkaruniakan kepadanya pahala seumpama pahala para malaikat yang bertawaf di Baitul Makmur serta setiap batu dan tanah berdoa untuk keampunan orang yang mengerjakan sholat tarawih pada malam ini.

Malam ke-7:
Seolah-olah ia dapat bertemu dengan Nabi Musa a.s. serta menolong Nabi itu untuk menentang musuhnya Fir'aun dan Hamman.

Malam ke-8:
Allah SWT mengkaruniakan pahala sebagaimana pahala yang dikaruniakan kepada Nabi Ibrahim a.s.

Malam ke-9:
Allah SWT akan mengkaruniakan pahala dan dinaikan mutu ibadah hamba-Nya seperti Nabi Muhammad saw.

Malam ke-10:
Allah SWT mengkaruniakan kebaikan di dunia dan di akhirat.

Malam ke-11:
Ia meninggal dunia dalam keadaan bersih dari dosa seperti baru dilahirkan.

Malam ke-12:
Ia akan dibangkitkan pada hari kiamat dengan muka yang bercahaya.

Malam ke-13:
Ia akan datang pada hari kiamat dalam keadaan aman sentosa dari tiap-tiap kejahatan dan keburukan.

Malam ke-14:
Para malaikat akan datang menyaksikan mereka bersholat Tarawih serta Allah SWT tidak akan menyesatkan mereka.

Malam ke-15:
Semua malaikat yang memikul 'Arasy, Kursi akan bershalawat dan mendoakan supaya Allah SWT mengampuni kita.

Malam ke-16:
Allah SWT menuliskan baginya terlepas dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga.

Malam ke-17:
Allah SWT menuliskan baginya pahala pada malam ini sebanyak pahala Nabi-Nabi.

Malam ke-18:
Malaikat akan menyeru "Wahai hamba Allah sesungguhnya Allah telah ridha kepada engkau dan ibu bapak engkau (baik yang masih hidup atau yang sudah wafat)".

Malam ke-19:
Allah akan meninggikan derajatnya di dalam syurga Firdaus.

Malam ke-20:
Allah SWT mengkaruniakan kepadanya pahala semua orang yang mati syahid dan orang-orang sholeh.

Malam ke-21:
Allah SWT akan membina untuknya sebuah mahligai di dalam syurga yang dibuat dari Nur.

Malam ke-22:
Ia akan datang pada hari kiamat di dalam keadaan aman daripada duka cita dan kerisauan (di Padang Mahsyar).

Malam ke-23:
Allah SWT akan membina untuknya sebuah bandar di dalam syurga yang terbuat dari Nur.

Malam ke-24:
Allah bukakan perluang 24 doa yang mustajab bagi orang yang bertarawih pada walam ini (lebih elok dikerjakan ketika sujud).

Malam ke-25:
Allah akan mengangkat siksa kubur darinya.

Malam ke-26:
Allah akan mengkaruniakan pahala 40 tahun ibadah.

Malam ke-27:
Allah akan mengkaruniakan kepadanya kemudahan untuk melintasi titian Shiratalmustaqim seperti kilat yang menyambar.

Malam ke-28:
Allah akan menaikkan kedudukannya 1000 derajat di akhirat.

Malam ke-29:
Allah akan mengkaruniakan pahala 1000 kali haji yang mabrur.

Malam ke-30:
Allah akan memberi penghormatan kepada orang yang bertarawih pada malam terakhir dengan firman-Nya: "Wahai hamba-Ku, makanlah segala jenis buah-buahan yang engkau ingini untuk dimakan di dalam syurga dan mandilah kamu di dalam sungai yang bernama Salsabila, serta minumlah air dari telaga yang dikaruniakan kepada Nabi Muhammad saw yang bernama Al-Kautsar."


Rabu, 07 Juli 2010

Ramadhan Ceria Bersama Keluarga

Gayung Ramadhan sebentar lagi kita sambut. Bulan yang identik dengan puasa wajib yang menjadi salah satu rukun islam. Bulan yang penuh rahmah, ampunan dan pembebasan dari api neraka.

Buat kita orang tua, yang telah terlatih berpuluh kali menjalani puasa tentu sudah tahu apa hakikat dan faedah puasa. Tapi bagaimana dengan anak-anak kita? Untuk itu marilah kita manfaatkan semaksimal mungkin kesempatan emas dengan datangnya Ramadhan yang mulia ini untuk memberikan latihan-latihan ruhiyah bagi anak-anak kita, dengan mempersiapkan dan melatih mereka menjalankan ibadah puasa yang baik dan ikhlas tentunya.

Lantas kapan anak sudah bisa kita trainning berpuasa? Untuk menjawabnya mari kita simak sebuah hadits ketika seseorang bertanya kepada Rosulullah tentang : Kapan seorang anak dilatih untuk shalat? Rosulullah menjawab: “Jika ia sudah dapat membedakan tangan kanan dan tangan kirinya.” Kalau kita memperhatikan hadits di atas, menurut Bapak dan Ibu,usia berapa anak kita bisa membedakan tangan kanan dan tangan kirinya? Tentu sekitar 2 sampai 3 tahun bukan? Tapi yang jelas tidak ada standar usia yang pasti kapan anak sudah mampu ikut berpuasa.

Membangun Pondasi Mental

Dunia medis mengatakan bahwa bayi setiap 4 jam harus makan. Semakin tambah usia maka pengosongan lambung juga akan bisa tahan lebih lama, yaitu mencapai 8 jam, kemudian 12 jam dan seterusnya. Kadang ada anak yang umur 6 tahun sudah kuat berpuasa tapi tidak sedikit pula anak yang berumur lebih besar dari itu namun belum kuat untuk berpuasa. Semua tergantung kepada bagaimana membangun mental psikologis anak sejak dini, bagaimana anak mempunyai niat dan kesadaran sendiri untuk berpuasa bukan atas paksaan atau tekanan dari orang tua.

Membangun mental psikologis anak, bisa dilatih sedini mungkin. Diawali dengan mengajak anak untuk ikut bangun sahur dan biarkan ia melihat aktifitas keluarganya di saat itu. Ia akan merasakan nikmatnya kebersamaan meski ngantuk karena hal semacam ini sulit ia jumpai di hari-hari biasa. Menjelang pagi sampai matahari diatas ubun-ubun, si anak akan menemui keganjilan. Ibu, Ayah atau kakak-kakaknya tidak ada yang makan dan minum. Bila matahari terbenam dia akan melihat kembali bagaimana semua anggota keluarga berkumpul sambil menikmati hidangan yang belum tentu disajikan pada hari biasa. Secara tidak langsung anak akan ikut merasakan bagaimana nikmatnya santap buka bersama setelah seharian penuh menahan lapar dan dahaga.

Pemandangan-pemandangan dan kebiasaan-kebiasaan yang dilihat dan dirasakan oleh anak inilah yang akan membangun psikologis ia nantinya. Karena faktor psikologislah yang berperan penting untuk mengatur kapan ia ingin berpuasa, sampai berapa lama, dsb. Umur tidaklah menjadi ukuran saklak. Jadi, biarkanlah anak yang merasakan sendiri nikmatnya berpuasa, tanpa adanya tekanan dari orang tua. Orang tua cukup memberi tauladan lewat haliyah sehari-hari kepada mereka.

Cinta Tanpa Paksaan

Melatih anak berpuasa tidak bisa dilakukan dengan cara paksa. Diperlukan proses yang bertahap. Tahap latihan puasa ini dapat diterapkan pada anak dengan waktu yang tak harus penuh. Misal, dalam bahasa Sunda ada istilah sadawuh atau puasa sampai pukul 10 pagi, sabedug artinya berbuka setelah bedug Zhuhur berbunyi. Setelah itu, barulah mencoba untuk meningkatkan hingga Maghrib.

Melatih anak berpuasa di bulan Ramadhan, memerlukan perhatian ekstra. Namun perlu dicatat, tujuan utama melatih anak berpuasa adalah agar pada diri anak tumbuh kecintaan terhadap ibadah puasa. Maka dalam melatih, keceriaan mereka menjalankan puasa harus diprioritaskan dibanding keberhasilan secara kuantitas. Jangan memaksakan kehendak, menuntut anak agar bisa berpuasa secara syar’i.

Untuk bisa menggembirakan anak di bulan Ramadhan, kita bisa menempuh beberapa cara, di antaranya:

1.Tahapan sahur

Merupakan tahapan pertama yang harus dihadapi orang tua dalam pelaksanaan pelatihan berpuasa. Bangun sekitar pukul tiga dini hari, bagi anak-anak bukanlah hal mudah. Sehingga orang tua perlu sabar, tulus dan penuh kasih sayang saat membangunkannya. Buatlah suasana rumah menyenangkan, misalnya dengan alunan ayat suci Alquran, nasyid, maupun lagu anak-anak, termasuk menikmati acara televisi.

Saat anak malas makan, sang ibu perlu kreatif untuk membujuk mereka agar mau makan. Misalnya dengan mengajak mereka makan di halaman rumah sambil berjalan-jalan, mengiringi anak makan sambil membacakan cerita, dan sebagainya. Untuk menu makanan, pilihlah yang praktis namun sudah cukup kalori. Susu, telur dan roti, misalnya, pilihan yang sering disukai anak-anak, tidak memerlukan waktu lama untuk memakannya, namun memenuhi kebutuhan kesehatan dan kekuatan tubuh.

2. Tahapan berbuka

Jika anak belum berpengalaman puasa, kemudian ia minta berbuka kapan saja, maka izinkanlah. Namun setelah itu, berilah anak pengertian dan motivasi agar kemampuan berpuasanya semakin ditingkatkan.

Ide untuk selalu berpuasa setelah berbuka pun bisa dicoba. Setelah berbuka pukul sepuluh, katakan kepada mereka bahwa mereka bisa melanjutkan puasanya, dan begitu seterusnya hingga datang waktu Maghrib. Jangan lupa untuk mengikutsertakan anak pada saat berbuka, walau mereka telah berbuka sebelumnya. Saat berbuka bisa menjadi “peristiwa rohani” yang membahagiakan anak.

3. Pengkondisian lingkungan

Selama masa latihan, orang tua perlu menciptakan lingkungan yang mendukung, baik di keluarga maupun sekolah. Singkirkan jauh-jauh makanan dan minuman apapun dari pandangan anak-anak. Kosongkan meja serta lemari makan. Beri pengertian pada adiknya yang agar tidak makan di depan kakak yang berpuasa. Dan sekali lagi kebersamaan saat berbuka atau makan sahur harus dilanggengkan. Buat suasana yang cair dan ceria saat itu.

4. Memberi hadiah

Memberi hadiah atas perjuangan anak untuk berpuasa bisa maenambah motivasi. Hadiah tidak perlu mahal atau berbentuk benda, karena pujian bisa menjadi hadiah istimewa bagi anak.

Minggu, 04 Juli 2010

Motto


Pendidikan Pondok pesantren asyafi'iyah nw penangsak menekankan pada pembentukan pribadi mukmin muslim yang berbudi tinggi, berbadan sehat, berpengetahuan luas dan berpikiran bebas. Kriteria atau sifat-sifat utama ini merupakan motto pendidikan di Pondok pesantren asyafi'iyah nw penangsak .

1. Berbudi tinggi

Berbudi tinggi merupakan landasan paling utama yang ditanamkan oleh Pondok ini kepada seluruh santrinya dalam semua tingkatan; dari yang paling rendah sampai yang paling tinggi. Realisasi penanaman motto ini dilakukan melalui seluruh unsur pendidikan yang ada.

2. Berbadan Sehat

Tubuh yang sehat adalah sisi lain yang dianggap penting dalam pendidikan di Pondok ini. Dengan tubuh yang sehat para santri akan dapat melaksanakan tugas hidup dan beribadah dengan sebaik-baiknya. Pemeliharaan kesehatan dilakukan melalui berbagai kegiatan olahraga, dan bahkan ada olahraga rutin yang wajib diikuti oleh seluruh santri sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

3. Berpengetahuan Luas

Para santri di Pondok ini dididik melalui proses yang telah dirancang secara sistematik untuk dapat memperluas wawasan dan pengetahuan mereka. Santri tidak hanya diajari pengetahuan, lebih dari itu mereka diajari cara belajar yang dapat digunakan untuk membuka gudang pengetahuan. pengasuh pondok pesantren sering berpesan bahwa pengetahuan itu luas, tidak terbatas, tetapi tidak boleh terlepas dari berbudi tinggi, sehingga seseorang itu tahu untuk apa ia belajar serta tahu prinsip untuk apa ia manambah ilmu.

4. Berpikiran Bebas

Berpikiran bebas tidaklah berarti bebas sebebas-bebasnya (liberal). Kebebasan di sini tidak boleh menghilangkan prinsip, teristimewa prinsip sebagai muslim mukmin. Justru kebebasan di sini merupakan lambang kematangan dan kedewasaan dari hasil pendidikan yang telah diterangi petunjuk ilahi (hidayatullah). Motto ini ditanamkan sesudah santri memiliki budi tinggi atau budi luhur dan sesudah ia berpengetahuan luas.