PENGAJIAN TGH HILMI NAJAMUDDIN QH
Jumat, 08 Februari 2013
Rabu, 02 Januari 2013
Biografi TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid
Maulana
al-Syaikh Tuan Guru Kyai Hajji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid
(disingkat menjadi Hamzanwadi = Hajji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid
Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah) lahir di desa Pancor, Lombok Timur, 5
Agustus 1898 – meninggal di tempat yang sama pada 21 Oktober 1997
Masehi / 19 Jumadil Tsani 1418 Hijriah dalam usia 99 tahun menurut
kalender Masehi, atau usia 102 tahun menurut Hijriah. Beliau adalah
pendiri Nahdlatul Wathan, organisasi massa Islam yang terbesar di
provinsi Nusa Tenggara Barat / NTB.Kelahiran
'Al-Mukarram Maulana al-Syaikh Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid' dilahirkan di Kampung Bermi, Pancor, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat pada tanggal 17 Rabiul Awal 1316 Hijriah bertepatan dengan tanggal 5 Agustus 1898 Masehi dari perkawinan Tuan Guru Haji Abdul Madjid (beliau lebih akrab dipanggil dengan sebutan Guru Mukminah atau Guru Minah) dengan seorang wanita shalihah bernama Hajjah Halimah al-Sa'diyah.
Nama kecil beliau adalah 'Muhammad Saggaf', nama ini dilatarbelakangi oleh suatu peristiwa yang sangat menarik untuk dicermati, yakni tiga hari sebelum beliau dilahirkan ayah beliau, TGH. Abdul Madjid, didatangi orang waliyullah masing-masing dari Hadramaut dan Magrabi. Kedua waliyullah itu secara kebetulan mempunyai nama yang sama, yakni "Saqqaf". Kedua waliyullah itu berpesan kepada TGH. Abdul Madjid supaya anaknya yang akan lahir itu diberi nama "Saqqaf" yang artinya "tukang memperbaiki atap". Kata "Saqqaf" di Indonesia-kan menjadi "Saggaf" dan untuk dialek bahasa Sasak menjadi "Segep". Itulah sebabnya beliau sering dipanggil dengan "Gep" oleh ibu beliau, Hajjah Halimah al-Sa'diyah.
Kamis, 27 September 2012
Rabu, 26 September 2012
UAPAYA DAN KIPRAH MAULANA SYAIKH SEBAGAI
AGENT OF CHANGE
MEMBANGUN ETOS DI NTB
![]() |
| TGKH MUHAMMAD ZAINUDDIN AM |
Sejak
tahun 1934 M, jauh sebelum Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
ini lahir, Maulana Syaikh Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul
Madjid telah menancapkan kiprahnya untuk negeri ini berjuang membangun
keberagamaan umat dan masyarakat yang saat itu masih hidup terpuruk,
tenggelam dalam kebodohan dan keterbelakangan di berbagai sektor
kehidupan. Lalu, kehadiran dan kemunculan “sang matahari terbit dari
timur” (gelar Maulana Syeikh-red) ini di mata umat, “bagaikan air
yang menghilangkan haus dan dahaga dan bagaikan hujan yang turun membawa
berkah, ketika menyirami bumi yang sedang tandus dan gersang”.
Selasa, 08 Mei 2012
PENERIMAAN SANTRI/SANTRIWATI BARU TAHUN AJARAN: 2012/2013
YAYASAN PONDOK PESANTREN
ASSYAFI’IYAH NW PENANGSAK
PANITIA PENERIMAAN SANTRI/SANTRIWATI BARU
TAHUN AJARAN: 2012/2013
MUQODIMAH
Setelah gerakan Wajar Dikdas
sembilan tahun digulirkan sebagai kebijakan pokok Pemerintah, sebagaimana
tertuang dalam Undang-undang Nomor 2 tahun 1989, tentang Sistem Pendidikan
Nasional. Keputusan mendiknas Nomor 060/U/1993 tentang Pendidikan Dasar, dan
Keputusan Menteri Agama Nomor 369 tahun 1993 tentang Pondok pesantren.
Dalam rangka menyikapi dan
memenuhi tuntutan kebutuhan pendidikan, khususnya pendidikan berciri khas
Islam. PONPES ASSYAFI’IYAH NW PENANGSAK,dari tahun 2002 telah memenuhi harapan
masyarakat, dengan membuka pendidikan dari jenjang :
Senin, 07 Mei 2012
SIAST IBLIS DALAM MENGGODA MANUSIA
Iblis
Terpaksa Bertamu Kepada Rasulullah SAW (dari Muadz bin Jabal dari Ibn
Abbas) Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang
sahabat Anshar, tiba-tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah:
“Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk? Sebab kalian akan
membutuhkanku.” Rasulullah bersabda: “Tahukah kalian siapa yang
memanggil?” Kami menjawab: “Allah dan rasulNya yang lebih tahu.” Beliau
melanjutkan, “Itu Iblis, laknat Allah bersamanya.” Umar bin Khattab
berkata: “Izinkan aku membunuhnya wahai Rasulullah”. Nabi menahannya:
“Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan
hingga hari kiamat? Lebih baik bukakan pintu untuknya, sebab dia telah
diperintahkan oleh Allah untuk ini, pahamilah apa yang hendak ia katakan
dan dengarkan dengan baik.” Ibnu Abbas RA berkata: pintu lalu dibuka,
ternyata dia seperti seorang kakek yang cacat satu matanya. Di
janggutnya terdapat 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya
terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi. Iblis
berkata: “Salam untukmu Muhammad. Salam untukmu para hadirin…”
Rasulullah SAW lalu menjawab: “Salam hanya milik Allah SWT, sebagai
mahluk terlaknat, apa keperluanmu ?” Iblis menjawab:
Selasa, 17 Januari 2012
Kamis, 08 Desember 2011
Langganan:
Postingan (Atom)


